4.1.12

Syi’ah Memusuhi Islam

    Bagaimana tidak menyakitkan hati Umat Islam. Sebagian tokoh islam justru gandeng tangan dengan Syi’ah di saat Umat Islam lagi prihatin. Bukannya Umat Islam ini ditolong agar tidak terjerumus kepada kesesatan, kezaliman bahkan kekejaman syi’ah, namun justru dijerumuskan oleh para tokoh tersebut. Dan yang lebih mengagetkan, mereka itu berbaju ulama atau tokoh Islam atau pemilik sarana-sarana di lembaga-lembaga Islam dan umum.

2.1.12

Berlindung dari Empat Petaka


عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رضي الله عنهما أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم : « كَانَ يَتَعَوَّذُ مِنْ أَرْبَعٍ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ وَدُعَاءٍ لَا يُسْمَعُ وَنَفْسٍ لَا تَشْبَعُ »  (رواه النسائي )

Dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallohu anhuma bahwasanya Nabi Muhammad shallallohu alaihi wasallam berlindung dari empat perkara: 1) Ilmu yang tidak bermanfaat, 2) Hati yang tidak khusyu’, 3) Doa yang tidak didengar, 4) Jiwa yang tidak kenyang . (HR. Nasaai)
Takhrijul Hadist :
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Nasaai dengan sanad yang shohih dalam As Sunan (Al Mujtaba); Kitab Al Isti’adzah; bab Al Isti’adzah Min Qalbin Laa Yakhsya’ , juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Al-Musnad ; Kitab Musnad Al Muktsirina min Ash Shohabah; Bab Musnad Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash; dan diriwayatkan pula oleh Tirmidzi dalam As Sunan; Kitab Ad Da’awaat ‘an Rasulillah; Bab Maa Jaa fii Jaami’

21.12.11

Sifat Pengasih Ahlus Sunnah

      “Dan sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) benar-benar berada di atas akhlak yang agung.” (QS. Al-Qalam: 4)
      Dalam hadits Muslim diceritakan bahwa suatu hari Khalifah Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu berkata kepada Umar bin Khattab, “Marilah kita berangkat ke tempat Ummu Aiman radhiyallahu ‘anha, mari kita ziarah kepadanya sebagaimana dulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berziarah kepadanya.” Ketika keduanya telah sampai di tempat Ummu Aiman, mendadak Ummu Aiman menangis. Khalifah Abu Bakar dan Umar merasa heran, lalu berkata, “Mengapa engkau menangis? Apakah engkau tidak mengetahui bahwa yang ada disisi Allah lebih baik bagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?” Ummu Aiman menjawab, “Aku menangis bukan
karena tidak tahu bahwa apa yang ada disisi Allah lebih baik bagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi

25.11.11

Dan Mereka pun Menangis

     Al-Qur’an merupakan kalamullah yang diturunkan oleh Rabb semesta alam sebagai mukjizat bagi Rasulullah shalallahu alaihi wa salam. Isinya merupakan obat penawar bagi jiwa yang berada dalam kehampaan dan kegersangan. Dalam periode waktu yang relatif singkat Al-Qur’an telah mampu mengubah kehidupan orang arab jahiliyah kepada cahaya hidayah yang terang benderang dan menjadikannya kaum yang terhormat dan disegani.
     Kandungan Al-Qur’an kemudian mampu menggerakkan generasi sesudahnya sehingga keimanan mereka kokoh dan Islam pun tersebar ke seantero jazirah Arab bahkan mampu menembus kekaisaran Romawi Timur (Bizantium) dan Andalusia. Allah memfirmankan bahwa dalam Al-Qur’an memang terdapat sebab menuju kemuliaan,

Biarlah.. Hanya Allah Yang Mengenalku...

        Ada sebuah pesan menarik dari seorang ulama salaf : "Berusahalah agar kalian lebih dikenal oleh para penghuni langit, walau tak seorangpun penduduk bumi yang mengenal kalian." 
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menyebut tipe manusia seperti ini dengan sebutan Al Akhfiya': Manusia-Manusia Tersembunyi. Beliau juga mengatakan Allah Azza wa Jalla sangat mencintai manusia tipe ini.
        Mereka tidak pernah peduli apa kata manusia tentang mereka, yang penting adalah apa kata Allah tentang mereka. Itulah sebabnya, mereka tidak pernah mengalami kegilaan akan kemahsyuran. 
Dan ini adalah kisah salah satu dari mereka.. 
        Ia hidup di masa tabi'in. Namun hingga hari ini tak satu buku sejarahpun yang dapat menyingkap identitas pria ini. Satu-satunya informasi tentangnya hanyalah bahwa ia seorang berkulit hitam dan bekerja sebagai tukang sepatu!